KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Fakultas Teknik Elektro telah berhasil menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga perusahaan multinasional terkemuka di bidang energi terbarukan, telekomunikasi, dan manufaktur elektronik pada Rabu, 23 April 2026. Kerjasama strategis ini ditandai dengan penandatanganan dokumen resmi di Aula Utama Kampus Kendari dan dihadiri oleh pejabat universitas, perwakilan industri, serta mahasiswa Fakultas Teknik Elektro.
Ketiga perusahaan yang menjalin kerjasama tersebut adalah PT Surya Energi Sulawesi (perusahaan energi terbarukan), PT Telekomunikasi Indonesia Regional Sulawesi Tenggara (BUMN telekomunikasi), dan CV Precision Electronics Indonesia (produsen komponen elektronik presisi). Masing-masing perusahaan berkomitmen untuk memberikan akses magang, mentoring, dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri kepada mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari.
### Latar Belakang Kerjasama Strategis
Kerjasama ini merupakan hasil dari analisis mendalam yang dilakukan oleh pihak akademik Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap kondisi industri di Sulawesi Tenggara. Dalam dua tahun terakhir, kawasan Kendari dan sekitarnya telah berkembang pesat menjadi pusat investasi industri teknologi dan energi terbarukan. Namun, ketersediaan sumber daya manusia yang terampil dan siap kerja masih menjadi kendala signifikan bagi pengembangan sektor tersebut.
“Kami mengidentifikasi bahwa terdapat kesenjangan antara kompetensi yang diajarkan di kampus dengan kebutuhan industri lokal dan regional,” ungkap Dr. Ir. Sudirman Majid, M.Sc., Dekan Fakultas Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pertemuan dengan media massa di ruang kerjanya, Kamis, 24 April 2026.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 50 profesional industri menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan teknik elektro perlu diperbarui untuk mencakup bidang-bidang spesifik seperti sistem pembangkitan energi terbarukan, jaringan 5G, Internet of Things (IoT), dan manufaktur presisi. Kesimpulan riset ini kemudian menjadi fondasi dalam merumuskan proposal kerjasama strategis dengan ketiga perusahaan.
### Detail Kesepakatan Kerjasama
Berdasarkan dokumen MoU yang telah ditandatangani, masing-masing perusahaan telah memberikan komitmen spesifik kepada Fakultas Teknik Elektro. PT Surya Energi Sulawesi akan menyediakan 40 tempat magang per tahun akademik, terutama untuk mahasiswa yang tertarik pada bidang energi terbarukan dan panel surya. Perusahaan ini juga akan mengirimkan dua orang engineer senior untuk memberikan kuliah tamu dan workshop setiap semester.
Sementara itu, PT Telekomunikasi Indonesia Regional Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk menerima 30 mahasiswa magang per tahun dengan fokus pada bidang infrastruktur jaringan, sistem transmisi data, dan teknologi 5G. Perusahaan ini juga menyediakan beasiswa penuh untuk lima mahasiswa berprestasi dari Fakultas Teknik Elektro setiap tahunnya.
“Kami memahami bahwa investasi pada generasi muda Indonesia sangat penting untuk pertumbuhan jangka panjang industri telekomunikasi di kawasan timur,” kata Budi Hermawan, Direktur Regional PT Telekomunikasi Indonesia Sulawesi Tenggara, saat menandatangani dokumen MoU. “Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat menemukan talenta-talenta terbaik yang nantinya akan menjadi bagian dari tim kami.”
Komitmen ketiga perusahaan tidak hanya terbatas pada program magang dan beasiswa. CV Precision Electronics Indonesia akan mendukung pengembangan laboratorium elektronik presisi di Fakultas Teknik Elektro dengan menyumbangkan peralatan senilai Rp 850 juta rupiah. Donasi ini mencakup mesin uji presisi, osiloskop digital generasi terbaru, dan perangkat lunak simulasi teknik.
Selain itu, CV Precision Electronics juga akan membuka kelas khusus tentang quality control dan standar internasional dalam manufaktur presisi. Kelas ini akan dipandu oleh quality assurance manager perusahaan setiap dua minggu selama semester akademik.
### Harapan Pihak Akademis
Dr. Ir. Sudirman Majid menyatakan optimismenya terhadap dampak positif kerjasama ini bagi pengembangan Fakultas Teknik Elektro. Menurutnya, kerjasama dengan industri adalah langkah vital dalam meningkatkan relevansi pendidikan teknik di era industri 4.0.
“Dengan adanya MoU ini, mahasiswa kami tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis langsung dari praktisi industri yang berpengalaman puluhan tahun. Ini akan meningkatkan daya saing lulusan kami di pasar kerja nasional dan internasional,” ujar Dr. Sudirman dengan penuh antusiasme.
Lebih lanjut, Dekan Fakultas Teknik Elektro menjelaskan bahwa kerjasama ini akan menginspirasi pembukaan program studi baru yang lebih spesifik. Dalam waktu dekat, Fakultas Teknik Elektro akan mengajukan proposal pembukaan program fokus pada Energi Terbarukan dan Sistem Cerdas Manufaktur (Smart Manufacturing Systems).
“Kami juga sedang mengembangkan kurikulum baru yang didasarkan pada feedback dari ketiga perusahaan mitra. Harapannya, dalam 18 bulan ke depan, kurikulum baru ini sudah dapat diimplementasikan untuk angkatan mahasiswa baru,” tambah Dr. Sudirman.
Sedangkan Prof. Dr. Bambang Setiawan, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, melihat kerjasama ini sebagai bagian dari visi jangka panjang universitas untuk menjadi pusat pendidikan teknik terkemuka di Sulawesi Tenggara.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan tinggi tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan industri. Kerjasama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka seperti ini adalah bukti nyata komitmen kami tersebut,” kata Prof. Bambang dalam sambutannya pada acara penandatanganan MoU.
### Respons Pihak Industri
Pihak industri yang terlibat juga memberikan respons positif terhadap kerjasama ini. Direktur Operasional PT Surya Energi Sulawesi, Ir. Hendra Wijaya, mengatakan bahwa kebutuhan tenaga kerja di sektor energi terbarukan terus meningkat seiring dengan target pemerintah untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan hingga 23 persen pada tahun 2025.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki lokasi strategis dan komitmen yang jelas dalam mengembangkan pendidikan teknik berkualitas. Kami sangat percaya bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan engineer-engineer muda yang siap menghadapi tantangan industri energi terbarukan,” jelas Ir. Hendra.
Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia CV Precision Electronics Indonesia, Siti Nurhaliza, S.Psi., M.M., menekankan bahwa perusahaannya melihat potensi besar dalam pengembangan talent pool lokal.
“Kami tidak ingin hanya merekrut tenaga kerja dari Pulau Jawa saja. Dengan adanya universitas berkualitas di Kendari, kami dapat mengembangkan bisnis kami lebih berkelanjutan dengan merekrut dan mengembangkan talent lokal,” tutur Siti Nurhaliza.
### Dampak bagi Mahasiswa dan Kurikulum
Dampak langsung dari kerjasama ini sudah dapat dirasakan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Elektro. Berdasarkan sistem pendaftaran yang telah dibuka, lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai angkatan telah mendaftar untuk mengikuti program magang di ketiga perusahaan mitra dalam semester berikutnya.
Salah satu mahasiswa yang antusias adalah Rizky Pratama, mahasiswa tingkat tiga Fakultas Teknik Elektro dari jalur konsentrasi Tenaga Listrik. “Saya sangat senang dengan adanya kerjasama ini. Selama ini saya khawatir tidak akan mendapat pengalaman praktis yang cukup sebelum lulus. Sekarang saya bisa mengikuti magang langsung di perusahaan besar seperti PT Telekomunikasi,” ungkapnya dengan antusias.
Mahasiswa lain bernama Nur Azizah, yang fokus pada bidang Elektronika Daya, juga mengekspresikan kegembiraan yang sama. “Program magang ini bukan hanya kesempatan untuk belajar, tetapi juga untuk membangun jaringan profesional yang akan membantu karir saya ke depannya,” kata Nur Azizah.
Dari sisi kurikulum, Ketua Program Studi Teknik Elektro, Dr. Ir. Andi Hamdani, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa tim akademik sedang melakukan revisi mendalam terhadap rencana pembelajaran (RPS) semua mata kuliah.
“Kami akan mengintegrasikan masukan dari ketiga perusahaan mitra ke dalam materi pembelajaran. Sebagai contoh, mata kuliah Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik akan diperkaya dengan studi kasus nyata dari operasional PT Surya Energi Sulawesi,” jelas Dr. Andi Hamdani.
### Implikasi Jangka Panjang
Analisis pakar pendidikan teknik dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Slamet Riyanto, yang diminta komentar melalui email, melihat model kerjasama yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai praktik baik yang patut ditiru oleh perguruan tinggi lain di Indonesia.
“Kerjasama antara universitas dan industri seperti ini sangat penting, terutama untuk universitas yang berada di luar Jawa. Dengan model ini, universitas dapat memastikan relevansi kurikulumnya sambil membantu industri lokal mendapatkan akses ke talenta berkualitas. Ini adalah win-win solution,” tulis Prof. Slamet Riyanto dalam e-mail resminya kepada penulis.
Lebih jauh, kerjasama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam penelitian dan pengembangan teknologi. Ketiga perusahaan mitra telah menyatakan kesediaan mereka untuk melibatkan dosen dan mahasiswa dalam proyek-proyek penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka.
### Kesimpulan
Kerjasama strategis antara Fakultas Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari dengan PT Surya Energi Sulawesi, PT Telekomunikasi Indonesia Regional Sulawesi Tenggara, dan CV Precision Electronics Indonesia menandai era baru dalam pendidikan teknik di Sulawesi Tenggara. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri, menghasilkan lulusan yang siap kerja, dan pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi di kawasan timur Indonesia.
Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan komitmennya dalam membangun pendidikan berkualitas yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan dukungan dari industri yang kuat, institusi ini siap menjadi tulang punggung pengembangan sumber daya manusia di bidang teknik elektro bagi wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.
—
Reporter: [Nama Reporter]
Editor: [Nama Editor]
Dipublikasikan: 24 April 2026