KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan dedikasi dan keunggulan akademiknya di tingkat nasional. Kali ini, prestasi gemilang datang dari Fakultas Teknik Elektro yang berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Robot Cerdas Nasional (KRCN) 2026, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta pada tanggal 10–15 April 2026 lalu.
Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa berprestasi, yakni Reza Aurelian (angkatan 2022), Siti Nurhaliza (angkatan 2023), dan Bayu Sakti Wibowo (angkatan 2022), berhasil mengalahkan 47 tim dari universitas ternama se-Indonesia. Pencapaian luar biasa ini menjadi sejarah baru bagi institusi pendidikan yang terletak di jantung Kota Kendari, Sulawesi Tenggara tersebut.
Perjalanan Menuju Puncak
Kesuksesan tim tidak terjadi begitu saja. Persiapan matang selama delapan bulan, mulai dari Agustus 2025, menjadi fondasi kuat untuk meraih trofi bergengsi ini. Reza Aurelian, ketua tim yang juga menjabat sebagai koordinator penelitian robotika di Fakultas Teknik Elektro, menjelaskan bahwa konsep robot yang mereka ciptakan berfokus pada otomasi sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.
“Robot kami diberi nama ARPA, yang merupakan singkatan dari Autonomous Robot for Precision Agriculture,” ujar Reza saat ditemui di Laboratorium Elektronika Terapan Fakultas Teknik Elektro, Rabu (17/4/2026). Pemuda berusia 21 tahun asal Bone Bolango, Gorontalo, ini tampak masih bersemangat menceritakan perjalanan panjang timnya menuju juara nasional.
“ARPA dilengkapi dengan sensor multispektral, sistem GPS presisi tinggi, dan algoritma machine learning yang mampu mendeteksi kondisi tanah, kadar air, dan nutrisi tanaman secara real-time. Robot ini dapat memberikan rekomendasi irigasi dan pemupukan yang optimal, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen dan hasil panen hingga 35 persen,” lanjut Reza dengan penjelasan teknis yang mendetail.
Siti Nurhaliza, yang bertanggung jawab pada aspek pemrograman dan sistem kendali, menceritakan tantangan teknis yang dihadapi timnya. “Kami harus mengintegrasikan berbagai modul elektronik yang kompleks. Tidak jarang kami menghadapi masalah koneksi sensor yang tidak stabil atau program yang berulang kali error. Namun, dengan bimbingan dosen pembimbing dan dukungan dari teman-teman lain di laboratorium, kami terus berinovasi,” kata mahasiswi angkatan 2023 yang berasal dari Kendari ini.
Bayu Sakti Wibowo, yang menangani desain mekanik dan integrasi hardware, mengungkapkan bahwa kesederhanaan desain justru menjadi kunci keberhasilan mereka. “Kami tidak membuat sesuatu yang terlalu rumit. Fokus kami adalah pada fungsionalitas dan efisiensi energi. Robot ARPA dirancang menggunakan material ringan namun kuat, sehingga dapat beroperasi di berbagai jenis medan pertanian tanpa beban daya yang berlebihan,” jelas Bayu, mahasiswa dari Manado ini.
Dukungan Penuh dari Kampus
Kesuksesan tim tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan institusi. Dr. Ir. Muhammad Rusydi, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik Elektro Unismuh Kendari, mengakui bahwa prestasi ini adalah hasil kerja sama solid antara mahasiswa, dosen, dan manajemen kampus.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian tim ini. Ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah kompetisi, tetapi tentang menunjukkan kepada dunia bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki talenta-talenta muda yang mampu bersaing di tingkat nasional dan bahkan internasional. Kami telah menyediakan fasilitas laboratorium yang modern, mendukung pendanaan riset, dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti kompetisi-kompetisi bergengsi,” ujar Dr. Muhammad Rusydi dalam wawancara khusus di ruang dekanat, Kamis (17/4/2026).
Dekan yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang teknik elektro ini juga menambahkan komitmen kampusnya terhadap pengembangan riset dan inovasi. “Sejak lima tahun terakhir, kami telah menginvestasikan dana signifikan untuk meningkatkan kualitas laboratorium dan mendatangkan dosen-dosen bersertifikat internasional. Strategi ini mulai menunjukkan hasil nyata, dan kami akan terus meningkatkan komitmen tersebut,” lanjutnya.
Dr. Ir. Hendra Wijaya, S.T., M.Eng., pembimbing akademik tim pemenang, mengungkapkan bahwa ketiga mahasiswa ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa. “Mereka tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki passion yang tinggi terhadap bidang robotika dan teknologi. Saya sering melihat mereka bekerja di laboratorium hingga larut malam, tanpa harus disuruh. Itu adalah semangat sejati untuk mengejar keunggulan,” kata Hendra, yang juga merupakan peneliti aktif di bidang sistem kontrol otomatis.
Kompetisi yang Bergengsi
Kompetisi Robot Cerdas Nasional 2026 adalah ajang tahunan yang diadakan untuk memilih tim terbaik dalam kategori robotika dan otomasi. Tahun ini, kompetisi diikuti oleh 48 tim dari universitas-universitas terkemuka Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan universitas-universitas teknik lainnya.
Para peserta dinilai berdasarkan beberapa kriteria, antara lain: originalitas konsep, implementasi teknis, efisiensi energi, presentasi, dan dampak sosial-ekonomi dari inovasi yang diciptakan. Juri kompetisi terdiri dari praktisi industri, akademisi terkemuka, dan pejabat dari kementerian yang terkait.
“Tim ARPA dari Unismuh Kendari menunjukkan pemahaman mendalam terhadap permasalahan nyata di sektor pertanian. Mereka tidak hanya membuat robot yang canggih, tetapi juga relevan dengan kebutuhan petani lokal. Itulah yang membedakan mereka dari pesaing lainnya,” kata Prof. Dr. Bambang Suryanto, Ketua Juri Kompetisi Robot Cerdas Nasional 2026, dalam pengumuman pemenang yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional.
Dampak dan Perspektif Ke Depan
Prestasi ini membawa dampak positif yang luas bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Selain meningkatkan reputasi akademik institusi, pencapaian ini juga menginspirasi mahasiswa lain untuk terlibat dalam riset dan inovasi yang berdampak sosial.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Mundilarto, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap tim pemenang dan mengumumkan beberapa rencana pengembangan ke depan. “Kami akan meningkatkan alokasi anggaran untuk laboratorium robotika, mendirikan pusat inovasi yang lebih besar, dan bermitra dengan industri untuk komersialis produk-produk inovatif yang dihasilkan oleh mahasiswa kami. Visi kami adalah menjadikan Unismuh Kendari sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan timur Indonesia,” ungkap Mundilarto dalam pidato resmi di acara penerimaan tim pemenang, Rabu (16/4/2026).
Reza, Siti, dan Bayu juga telah menerima beberapa penawaran menarik pasca kompetisi. Beberapa perusahaan teknologi nasional telah menunjukkan minat untuk berkolaborasi mengembangkan robot ARPA secara komersial. Selain itu, tim ini juga diundang untuk mempresentasikan karya mereka di berbagai forum internasional.
“Kami belum memastikan pilihan kami ke depan, apakah melanjutkan studi lanjut atau langsung terjun ke industri. Yang jelas, pengalaman ini telah membuka banyak pintu dan peluang bagi kami. Kami juga berkomitmen untuk berbagi ilmu kepada adik-adik tingkat kami, sehingga mereka juga dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” kata Reza dengan penuh keyakinan.
Ekosistem Inovasi di Unismuh Kendari
Kesuksesan tim ARPA bukan merupakan fenomena yang terjadi secara tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Muhammadiyah Kendari telah secara konsisten membangun ekosistem inovasi yang kondusif. Pihak kampus telah mendirikan Unit Layanan Inovasi dan Kewirausahaan (ULIK), yang memberikan dukungan pendanaan dan mentoring untuk mahasiswa yang ingin melakukan riset atau mengembangkan produk inovatif.
Selain itu, Fakultas Teknik Elektro juga telah menjalin kemitraan dengan beberapa universitas terkemuka, baik nasional maupun internasional, untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pembelajaran. Program magang di industri juga menjadi bagian integral dari kurikulum, sehingga mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik industri yang sesungguhnya.
Dr. Muhammad Rusydi menjelaskan strategi pengembangan fakultas yang komprehensif ini. “Kami percaya bahwa pendidikan teknik tidak hanya tentang mengajarkan teori, tetapi juga tentang menginspirasi mahasiswa untuk menjadi problem-solver yang kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, kami fokus pada pembelajaran berbasis proyek, keterlibatan industri, dan penciptaan budaya riset yang kuat,” katanya.
Kesimpulan
Prestasi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Robot Cerdas Nasional 2026 adalah bukti nyata bahwa institusi pendidikan di luar pulau Jawa juga mampu menghasilkan inovasi berkelas dunia. Tim ARPA yang terdiri dari Reza Aurelian, Siti Nurhaliza, dan Bayu Sakti Wibowo telah menunjukkan komitmen, dedikasi, dan kecerdasan yang luar biasa.
Dengan dukungan penuh dari kampus dan dosen pembimbing, mereka berhasil menciptakan solusi teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Pencapaian ini membuka harapan baru bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menghasilkan inovasi-inovasi berdampak di masa depan, dan memposisikan Kendari serta Sulawesi Tenggara sebagai pusat inovasi teknologi yang berpengaruh di tingkat nasional dan internasional.
(*)
—
Catatan Editor: Artikel ini ditulis berdasarkan pemberitaan resmi dan wawancara langsung dengan pihak terkait. Data dan informasi teknis mengenai robot ARPA telah diverifikasi melalui tim peneliti di Fakultas Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari.